Dia seorang munafik

Dia,
Dia memang seorang munafik,
Wajah dan hatinya tak pernah sama
Hingga semua tak tahu apa yang ia pikirkan

Dia,
Dia memang seorang munafik,
Bahkan jiwa dan raganya tak pernah terlihat satu
Tapi ia hidup dalam jiwa penipu
Dan raganya hidup dalam jiwa penghilang ragu
Aku tak tahu apa maunya
Mungkin lilin kecil ini inginnya
Tapi apa gunanya ?
Lilin itu baginya hanya sebuah sampah
Ia tak perlu itu…
Ah,
Tapi apa benar yang ku pikirkan ?
Sudah ku bilang
Bahwa wajah dan hatinya tak pernah sama
Dan sungguh ku tak tahu apa maksudnya ?
Mungkinkah ia hanya mengelabuhiku ?
Ataukah mungkin ia ingin ia ingin yang lain ?
Yang jelas aku tak pernah tahu…
Apa maunya dan apa inginnya ?
Karena dia seorang munafik…!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Mari Berbahasa |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.